Senin, 14 Desember 2009

Hatiku

"tidak cantik!"
khayalan lagi-lagi menusuk
menusuk lagi
sakit lagi
"bodoh! sok tahu! goblok!"
serangan dari segala arah!
modalku apa?
hanya mata?
pandangan tidak mungkin bisa cukup hanya dengan pandangan sekitar detikan
waktu cepat buat lupa
juga kamu juga bisa lupa
tidak peduli kalau aku tidak akan pernah bisa lupa
tidak peduli kalau aku bisa teriris di balik ringis
bisa tertawa di balik duka
karena topeng-topeng berusaha menutupi bobrokan diri dan keadaan diri yang sudah benar-benar parah
karena mental yang sudah sekarat
karena cinta yang hampir habis terkikis
untuk mendekat saja terasa sangat bahaya
hanya satu pandangan mata saja bisa langsung luka
karena sudah tidak bisa apa-apa, karena keadaan diri yang hampir punah
karena kepercayaan diri yang terkikis terus menerus
serangan sedikit sudah membuat kejatuhan yang sangat mendalam

dan engkau dengan sangat mudahnya muncul begitu saja di depanku, menawarkan madu
tangan kiri? tangan kanan?

jangan tawari aku permainan yang aku tahu aku akan kalah
jangan tawari aku senyuman yang aku tahu tidak bisa dikuasai
jangan tawari aku mimpi yang aku tahu aku tidak bisa miliki
jangan tawari aku hal yang ujung-ujungnya sudah terlihat

terus-menerus jatuh, dan terus menerus berdarah, dan lagi-lagi air mata
hati yang sangat mudah patah
sudah terus dilibas, padahal cuma hal-hal biasa
hati yang tidak bisa menerima semua, hati yang terlalu mendendam,
hati yang terlalu membenci, hati yang terus menerus berusaha untuk menjadi sesuatu yang takkan pernah terjadi
apakah salah hanya dengan melihat dan jatuh?
apakah salah dengan jatuh itu aku berdarah lagi?

hati perlukah dielus, dilembuti dengan hal-hal yang tumpul dan biasa?
sementara dambaan terus menggila, dambaan pada ketajaman kehidupan
dambaan akan terluka....

kau?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar