Senin, 14 Desember 2009

Lagu untuk kenangan lama

Lagi-lagikah, aku ingat rupamu yang dulu
Sungai belah kasih mengalir tulus, tanpa deru memecah
Semakin terpecah, kian waktu membelah

Aku rindu

Aliran air kan terus membawah, dan waktu berdarah-darah
Semakin terpecah, lupakah?

Lagi-lagi, rupamu kawan, tersimpan
Hati mematah, sebab sungai telah bererosi, dan tak mungkin
waktu berhenti...



Mengapa aku tidak pergi saja sekarang
menempuh salah satu jalan!
Terbang! Si pungguk terbang!
Cari gairah malam!

Mengapa aku tidak hilang
hilang!
dan tidak sesuatupun mau tahu dan peduli
Biar saja gila. Biar saja jatuh. Menggelepar, dan akhirnya toh mati.

Aku buta mata, hilang suara, tuli bicara.
Aku mati jiwa
mati semua

cinta itu juga pecah, jatuh ....

Hancur total

Semua binasa

Peduli? Tiada! Tak juga mereka.

Asa itu apa.... asa itu dimana
Hilang... asap melayang!
Maumu apa? Menggapai bintang?

Dia jauh, coba kuraih secercah cahaya
cuma bayangan
cuma bayangan
Sayapku pecah, si pungguk jatuh terbayang

Asa itu apa, asa itu dimana?

Si pungguk jatuh
Tolonglah!
Aku binasa jiwa
Tolonglah!
Aku hancur cinta
Tolonglah!

Tak ada minat dengan udara, capai aku capai meraih khayal
khayalan meracuniku sedikit demi sedikit
meracuniku dengan iba yang dosisnya bertambah

Mereka tertawa

Aku?

Binasa.

Hilang semua, semua hilang ... total
Selamat tinggal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar