sepi! sepi! sepi!
seorang diri di gurun, dingin, dingin
terdampar di keheningan tiada akhir
gelisah gelisah gelisah
kesepian di tengah keramaian
sepi
sepi
sepi
ditolak di tengah sorak sorai
ditolak di tengah kegembiraan
ditolak di tengah segala
"aneh"
ditolak di tengah segala
"aneh"
"aneh"
"aneh"
ditolak di tengah segala
tolong
tolong
sepi menekan mendesak
tolong
tidak mau sendirian
tidak mau sendirian
tidak mau sendirian
di dalam rahim yang hangat, sendirian, itukah engkau?
di kehangatan walaupun tersambung satu darah, satu aliran kehidupan
itukah engkau dalam segala sepi?
ditolak ditengah kehangatan
ditolak di tengah impian
sepi!
dikau! wahai
berteriak padamu seperti berteriak pada bulan, pungguk menjerit
jeritan sayatan untuk keheningan malam
raungan lolongan untuk yang buta
wahai engkau!
mencintaimu seperti mencintai bulan
tiada respon, tiada rangsangan
"aneh"
pungguk melolong tiada akhir
sebab engkau kah?
mencintaimu seperti mencintai bulan
mencintaimu seperti mencintai keheningan
sepi wahai! aku sendiri
sepi di tengah segala kesepian
hening di antara segala keheningan
diam di tengah kediaman tiada akhir
wahai engkau! mencintaimu seperti mencintai bulan, tiada tanggapan
seperti melambai pada bintang, tiada balasan
hatiku.. hatiku tiada terima kasih
"aneh"
"tanya sendiri, jawab sendiri"
"geek"
gecko! gecko! gecko!
sendiri di tengah segala sepi
wahai engkau! mencintaimu seperti mencintai khayalan
begitu dekat di mata, milyaran cahaya di hati
Senin, 14 Desember 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar